Event

Comeback usai setahun absen, Hellofest 2016 tampilkan kreativitas kaum muda Indonesia

Published

on

GwiGwi.com – HelloFest 2016 berhasil menjadi ajang unjuk gigi bagi kaum muda berbakat, dari para pembuat film pendek, pemusik, hingga pelaku cosplay. Inilah laporan pandangan mata Beritagar.id untuk acara yang digelar selama dua hari pada tanggal 24-25 September 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

HelloFest kali ini membawa beberapa pengalaman baru bagi pengunjung. Alih-alih melakukan pemutaran film pendek di studio seperti bioskop, panitia menggunakan Plenary Hall di gedung Jakarta Convention Center (JCC).

Aula besar ini biasa digunakan universitas-universitas ternama di Jakarta sebagai tempat mahasiswanya diwisuda. Daya tampungnya mencapai lima ribu orang.

Menggunakan layar raksasa, suasana pemutaran film seperti layar tancap, hanya saja digelar di dalam ruangan. Dengan kata lain konsepnya seperti menggabungkan layar tancap dengan konser musik bertaraf internasional.

Kenyamanan pun diperhatikan sebaik mungkin, panitia menyediakan puluhan bantal besar sehingga pengunjung dapat berleha-leha. Ada juga yang menggelar tikar. Betul-betul santai, tidak duduk kaku seperti di bioskop. Agak mirip bioskop premium, namun lebih ramai dan bebas.

Film-film pendek yang diputar terbagi dalam beragam genre, dari horor, komedi, animasi, dan drama. Beberapa pekan lalu, Wahyu Aditya, pendiri HelloFest menyatakan ada 501 film pendek itu memenuhi tiga kategori yang dibikin timnya yaitu kategori animasi dan kategori non-animasi dengan durasi maksimal 8 menit, serta kategori film super pendek dengan durasi maksimal 8 detik.

Tentu tidak semua dari 501 film itu ditayangkan di HelloFest, melainkan beberapa pilihan. Ada 25 film pendek dengan durasi maksimal 8 menit, tepatnya kategori “Animasi dan Non-Animasi”. Sementara di kategori “8 Detik Pas!” ada 80 judul.

Beberapa judul animasi seperti AQUIESCENCE (karya Fierrany Halita dari Tangerang), BIWAR (Haikal, Bandung), dan Outgrowth (Jason Kiantoro/Fruit Punch Productions, Tangerang) mampu membuat penonton terpana dengan animasi yang bagus dan kisah dengan kandungan pesan moral di dalamnya untuk menjaga lingkungan.

Sebelum film dimulai, panitia memang memperkenankan sineas pembuat untuk menampilkan pesan yang terkandung dalam filmnya.

Makmum (Riza Pahlevi, Yogyakarta) dan Friday 22nd (Keanji Kasyfulwarits, DKI Jakarta) mampu membuat suasana mencekam dengan aroma horor, terlebih lagi suhu Plenary Hall saat itu sangat dingin, mengingat Sabtu sore itu Jakarta diguyur hujan deras.

Ada yang mengocok perut penonton seperti Studi Banting – Rumus Perubahan Usaha (Sepulang Sekolah/Ferdian Feisal, Bogor), kisah para pelajar kocak yang berusaha menemukan arti dari perkalian matematika.

Namun yang paling berhasil mencuri perhatian penonton adalah kategori “8 Detik Pas!.” Delapan detik adalah durasi yang sangat singkat; iklan di televisi saja minimal 15 detik. Ketatnya durasi memungkinkan pembuat film mengeluarkan seluruh kreativitasnya secara maksimal.

Hasilnya, film super pendek dengan kandungan twist di dalamnya. Sebagian besar menggunakan unsur komedi dengan punchline yang menohok penonton, membuat mereka tertawa terbahak-bahak, meski ada juga yang garing.

Contoh yang cukup kocak adalah Windows (Salome Squad/M. Yusuf Anwar, DKI Jakarta). Kata-kata takkan cukup untuk menggambarkannya, namun kurang lebih seperti ini: Pria A bertanya kepada rekannya B: “Eh, elu ada Windows nggak?”

B menjawab: “Ada,” lalu B menunjuk ke jendela (window), diakhiri dengan A yang melongo, disertai tone penutupan Windows yang “kena banget” bagi penonton yang menggunakan sistem operasi komputer itu.

Film pendek juga ditampilkan dalam Movie Box, sensasi menonton film dalam keadaan sunyi. Penonton akan berkumpul dalam sebuah bioskop kecil dan menonton seperti biasa, namun suara dialirkan melalui headphone nirkabel, tidak menggunakan pengeras suara seperti bioskop konvensional.

Konsep yang bagus, namun sayangnya ruangan memiliki atap terbuka sehingga tidak kedap suara. Headphone yang digunakan juga bukan tipe close yang lebih kedap, sehingga suara luar masih masuk ke telinga.

Tak hanya film pendek

Selain menyuguhkan film pendek, HelloFest 2016 juga diiringi penampilan beberapa pemusik seperti Last Child, Chiki Fawzi, Pidi Baiq dan Bara Suara, hingga beberapa artis Youtube seperti Abracadabro, Cantika Putri, Peachy Liv, dan Karina Devi.

Mereka manggung di sela-sela pemutaran film pendek di Plenary Hall, juga di panggung satelit bernama Island Stage.

Ada juga acara KostuMasa untuk para penggemar cosplay, pameran dan jual beli industri kreatif, serta bincang-bincang mengenai konten kreatif di Indonesia.

Trending

Exit mobile version