Music
‘Avenue’, Album Komplit dengan berbagai Warna Musik dari TOKYOLITE
GwiGwi.com – Tokyolite, kata Tokyo tentunya sudah tidak asing ditelinga kita. Tokyo merupakan ibukota Negara Jepang. Namun Tokyolite ini bukan berasal dari Jepang!!. Ya, Tokyolite merupakan band funk-pop asal Bogor, Jawa Barat. Tokyolite sendiri bukanlah nama baru di dunia musik indie di daerah Bogor dan sekitarnya. Band ini dibentuk pada tahun 2009 yag beranggotakan dua orang, yaitu Stevan (vocal, dan gitar) dan Alexander Bramono (bass, synthesizer).
Tokyolite sendiri sudah sering wira-wiri dalam beberapa panggung music yang memiliki lintas genre, seperti Java Jazz Festival, JakJazz Festival, Trisakti Blues Festival, sampai beberapa acara festival musik international. Dalam masalah aksi panggung, Tokyolite tak perlu diragukan lagi, mereka selalu berusaha menampilkan aksi aksi terbaik diatas panggung ketika melakukan pertunjukan live. Sehingga tidak mengagetkan jika saat ini mereka sudah memiliki basis fan yang tidak sedikit baik yang ada didalam maupun luar negeri.
Saat ini Tokyolite baru saja merilis album debut mereka ‘Avenue’ pada tanggal 14 Februari lalu. Album yang diproduseri oleh Tokyolite dan co-produced, Indra Aryadi ini dirilis dibawah naungan dari The Lite Record. Album ini merupakan hasil kolaborasi Tokyolite dengan beberapa musisi Indonesia yang sudah makan asam garam di dunia permusikan Indonesia seperti, Krishna Balagita (ex-Ada Band), Dennis Junio (Barry Likumahuwa Project), Jalu Pratidina (Iwan Fals), dan Ringga Mahardika.
Pengerjaan album Avenue ini menghabiskan waktu selama tiga bulan dan proses rekamannya dilakukan secara live. Tujuannya yaitu agar terdapat kesan alami, serta untuk mempertahankan gaya dan unsur ‘Jam Session’ sehingga terdapat unsur kedekatan antara penyanyi dengan pendengar. Album Avenue ini bisa dikatakan merupaka sebuah pencapaian yang baru bagi Tokyolite, karena mereka mencoba untuk lebih melakukan explorasi musik mereka diberbagai macam genre seperti rock, funk, pop, jazz, hip hop bahkan grunge. Sehingga album ini mirip sebuah ‘blue print” dari tiap-tiap referensi musik Tokyolite, sehingga memberika kesan dan sensasi yang berbeda jika dibandingkan dengan debut EP mereka yang bertajuk ‘Hello’ yang telah dirilis pada tahun 2013 lalu.
Berbicara mengenai pendistribusian karya-karyanya. Untuk album Avenue, Tokyolite telah melakukan kerjasama dengan beberapa store dan website ternama baik didalam maupun diluar negeri. Album ini sendiri dapat diperoleh daik dalam bentuk fisik maupun digital. Bahkan sebelum album Avenue ini dirilis, Tokyolite juga menjalin kerjasama dengan net-label lintas negara seperti Senzu Records dan Positive Record. Tidak hanya dalam perilisan saja, Tokyolite juga sempat merilis dua buah album remix, AS NEVER WANT REMIXES MORE (2013) yang dirilis oleh dua net-label dari negeri matahari, Positive Record dan Handcraft Record.
Sebelum album Avenue ini, Tokyolite sudah terlebih dahulu merilis dua single mereka yang berjudul ‘Jangan’ dan ‘Consolation Prize’ pada medio bulan November 2014. Bahkan sebelumnya lagu ‘Consolation Prize’ pernah dibawakan dalam sebuah acara di Fuji TV Jepang pada tahun 2013, dan mendapatkan pujian dari para menikmat musik di dalam maupun di luar negeri. Sampai-sampai band indie rock ternama di Jepang, The Band Apart, mengundang Tokyolite untuk melakukan jamming bersama sebagai bentuk ketertarikan mereka terhadap Tokyolite saat berkunjung ke Jepang. Tak hanya The Apart Band, musisi ternama Jepang lainnya, yaitu GACKT secara terang-terangan menunjukan ketertarikannya kepada Tokyolite saat di wawancarai dalam sebuah stasiun TV di Jepang.
twitter: @tokyoliteband
facebook : http:/facebook.com/tokyolite
youtube : thelitepeople