Daftar Anime
Analisis Episode 1–2 Saigo ni Hitotsu dake Onegai shitemo Yoroshii deshou ka: Apakah Layak Ditonton?
Saigo ni Hitotsu dake Onegai shitemo Yoroshii deshou ka atau May I Ask for One Final Thing? hadir dengan pendekatan sangat segar dan memuaskan dalam genre villainess revenge. Anime ini diproduksi oleh LIDENFILMS dan disutradarai oleh Kazuya Sakamoto. Dengan total 13 episode, anime ini bisa kamu tonton pada streaming resmi. Mari kita telusuri dua episode pertama untuk menentukan apakah anime ini layak masuk ke dalam watchlist-mu.
1. Pembukaan yang Eksplosif: Revenge yang Memuaskan
Episode pertama anime ini memberikanmu pembukaan yang sangat memuaskan dan berbeda dari kebanyakan anime villainess lainnya. Alih-alih menunjukkan protagonis yang pasrah atau melarikan diri setelah dituduh, Scarlet El Vandimion justru langsung mengambil tindakan di depan semua orang.
Ketika tunangan jahatnya, Pangeran Kyle (Second Prince), membatalkan pertunangan mereka, Scarlet hanya mengajukan satu permintaan terakhir: “Bolehkah aku mengirim si jalang bodoh ini terbang?”. Dan kemudian ia benar-benar memukul Terenezza dengan sangat keras. Hal itu memulai balas dendamnya yang brutal dan memuaskan.
Yang membuat episode ini begitu kuat adalah bagaimana anime ini menunjukkan alasan di balik kemarahan Scarlet dengan sangat jelas. Melalui flashback, kamu akan melihat bahwa Kyle telah memperlakukan Scarlet seperti budak selama bertahun-tahun.
Scarlet, yang dikenal sebagai “The Ice Rose” karena sikapnya tenang dan elegan, sebenarnya telah menahan penderitaan luar biasa demi menjaga pertunangan mereka. Episode pertama menghabiskan waktu yang cukup untuk membangun betapa kejamnya Kyle.
Scarlet pun akhirnya melampiaskan amarahnya dengan berkeliling ballroom dan memukuli semua bangsawan korup yang mendukung Kyle. Bahkan Pangeran Pertama Julius masuk ke ruangan dan langsung tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan yang diciptakan Scarlet. Kondisi itu menunjukkan bahwa tidak semua orang di kerajaan ini jahat.
2. Kekuatan Tersembunyi Scarlet: Time Manipulation Magic
Salah satu elemen paling menarik yang diungkapkan di episode pertama dan berlanjut ke episode kedua adalah kekuatan rahasia Scarlet. Setelah menghabisi semua musuhnya di pesta, Scarlet pingsan karena overuse of time manipulation magic. Ternyata, kemampuan bertarung brutal Scarlet tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, tetapi juga didukung oleh sihir manipulasi waktu yang sangat langka dan kuat. Kekuatan ini memungkinkannya untuk bergerak dengan kecepatan luar biasa dan mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah.
Episode kedua mengeksplorasi lebih dalam tentang kekuatan ini ketika Scarlet menggunakannya untuk menyelamatkan pelayan pribadinya, Nanaka. Terungkap bahwa Nanaka sebenarnya adalah beastkin laki-laki yang menyamar dan telah diperbudak oleh Perdana Menteri Godwin Bene Carmine.
Dia memberi perintah untuk membunuh Scarlet sebagai pembalasan karena Scarlet telah mengalahkan putranya yang korup. Menggunakan time magic-nya, Scarlet berhasil menghapus enslavement crest dari tubuh Nanaka. Momen ini menunjukkan bahwa Scarlet bukan hanya fighter yang brutal, tetapi juga memiliki hati baik dan bersedia membantu mereka yang tertindas. Pengungkapan kekuatan ini membuat karakter Scarlet menjadi jauh lebih kompleks dan menarik daripada sekadar “villainess yang marah”.
3. Aliansi Baru: Crown Investigatory Office (CIO)
Episode kedua membawa plot ke arah yang lebih strategis dengan memperkenalkan Crown Investigatory Office (CIO). Itu adalah sebuah organisasi rahasia yang dibentuk oleh Pangeran Julius dan Leonardo untuk memberantas korupsi di pemerintahan kerajaan.
Ternyata, tindakan brutal Scarlet di pesta tersebut justru memiliki dampak positif bagi rakyat biasa. Sebab, para bangsawan yang ia hajar adalah orang-orang jahat yang telah lama menindas masyarakat. Julius dan Leonardo mengundang Scarlet untuk bergabung dengan CIO. Mereka menawarkan dukungan resmi untuk misi balas dendamnya yang sebenarnya juga sejalan dengan tujuan mereka.
Yang menarik dari aliansi ini adalah dinamika antara Scarlet dan Julius. Julius mengakui bahwa ia telah tertarik pada Scarlet sejak masih kecil. Dia bisa merasakan bahwa Scarlet berbeda dari gadis bangsawan lainnya.
Meskipun ia tidak memiliki perasaan romantis tradisional, Julius menganggap Scarlet sebagai orang yang paling berharga baginya, menciptakan hubungan yang unik dan kompleks. CIO juga membawa Sigurd Forgave, seorang agen yang sebenarnya adalah mata-mata yang diperintahkan untuk menyelidiki Kyle.
4. Kualitas Produksi dan Daya Tarik Keseluruhan
Dari segi produksi, anime ini menampilkan kualitas yang solid dengan character design oleh Eriko Haga dan komposisi musik oleh Hinako Tsubakiyama. Soundtrack yang dibawakan memberikan nuansa pas untuk tone anime ini. Animasi action sequences sangat memuaskan, terutama ketika Scarlet memukuli para bangsawan dengan gerakan yang brutal namun tetap terlihat anggun.
Music direction yang menyertai adegan-adegan balas dendam Scarlet juga sangat cerdas. Sebab, menggunakan musik yang fun dan upbeat yang membuat scene-scene kekerasan terasa lebih seperti komedi hitam.
Namun, beberapa penonton mencatat bahwa pacing episode kedua terasa sedikit terburu-buru dengan beberapa konten yang mungkin dilewati dari material sumber. Meski demikian, untuk kamu yang menyukai anime villainess dengan protagonis tidak pasif, Saigo ni Hitotsu dake Onegai shitemo Yoroshii deshou ka adalah pilihan sempurna. Scarlet adalah protagonis yang refreshing. Ia kuat secara fisik, cerdas secara strategis, dan memiliki moral compass yang jelas meskipun metodenya brutal.
Secara keseluruhan, Saigo ni Hitotsu dake Onegai shitemo Yoroshii deshou ka memberikan pengalaman yang sangat memuaskan dengan kombinasi aksi brutal, plot balas dendam yang well-executed, dan pengembangan karakter solid. Jika kamu mencari sesuatu yang berbeda, anime ini sangat layak ditonton.