News
Amakusa Shiro : Pemimpin Pemberontakan Shimabara
Amakusa Shiro adalah remaja penganut Kristiani dan juga pemimpin dari pemberontakan Shimabara. Atau yang dikenal dengan peristiwa Shimabara-no-ran, di Jepang pada masa ke Shogun Tokugawa.
Sewaktu kecil, Shiro dikenal sebagai anak jenius, dan buku ajaran Konfusius yang panjang dan sulit sudah dihafalnya di luar kepala. Ketika berusia 9 tahun, seorang samurai mengangkatnya sebagai kacung. Setelah berumur 12 tahun, ia berkelana sendirian ke Nagasaki untuk belajar menjadi dokter, dan kemungkinan dibaptis sewaktu berada di Nagasaki.
Pemberontakan Shimabara dilatarbelakangi oleh kesewenang-wenangan penguasa, pajak yang tinggi, kelaparan dan tekanan beragama. Ketika para petani itu tidak sanggup lagi mentoleransi penindasan yang mereka alami, mereka pun mulai memberontak, yang melibatkan kaum petani, orang Kristen dan ronin di wilayah Semenanjung Shimabara, Provinsi Hizen, Jepang. Pemberontakan berlangsung dari tahun 1637 hingga awal 1638, dan merupakan pemberontakan besar pertama sejak penyatuan Jepang di bawah kekuasaan Keshogunan Tokugawa.
Amakusa Shiro dikabarkan tewas bunuh diri di tengah kobaran api ketika Istana Hara jatuh ke tangan pasukan keshogunan pada Februari 1638. Sekitar 8.000 pemberontak tewas di tengah kobaran api.