Manga
7 Mangaka yang Meninggal Sebelum Menyelesaikan Karyanya
GwiGwi.com – Membuat sebuah manga diharuskan memiliki ketekunan dan sabar, terlebih jika ceritanya yang cukup panjang. Maka dari itu kamu pasti tahu ada beberapa mangaka yang berkarya dalam waktu yang cukup panjang. Namun para mangaka ini tidak bisa melawan takdir karena sebelum bisa menyelesaikan pekerjaannya itu, mereka meninggal dunia. Pekerjaan menjadi mangaka memang selain menguras waktu, juga bisa menguras kesehatan. Para mangaka ini ceritanya selalu ditunggu, tapi apa daya mereka kini telah pergi.
Di bawah ini adalah para mangaka yang sampai sekarang karya-karyanya masih dikenang meski baru jadi setengah jalan.
1. Osamu Tezuka (Phoenix)
Setelah menciptakan Astro Boy, Osamu Tezuka membuat manga panjang berjudul Phoenix. Manga ini pertama kali terbit pada tahun 1956, lalu berakhir pada tahun 1989 ketika ia meninggal karena sakit kanker. Karyanya ini terbit cukup lama dan menjadi karyanya yang paling dirindukan.
2. Kaoru Tada (Itazura na Kiss)
Kabar meninggalnya Kaoru Tada juga sangat membuat sedih para fansnya. Kesehatannya pada saat itu memang cukup memburuk, tapi kemudian ia terjatuh hingga akhirnya dinyatakan meninggal. Namun sebelum itu Kaoru Tada sudah menuliskan ending manga ini seperti apa dan dilanjutkan di animenya.
3. Takahiro Yamato (Kaze no Stigma)
Anime Kaze no Stigma cukup mendapatkan sambutan yang baik di Jepang, sayangnya Takahiro-sensei kesehatannya tiba-tiba memburuk. Terlebih ketika ia didiagnosis menderita Leukimia. Sebelum meninggal Takehiro-sensei sudah menuliskan ending dari ceritanya dan diterbitkan dalam bentuk kumpulan cerita pendek.
4. Yoshito Usui (Crayon Shinchan)
Kepergian Yoshito Usui cukup mengejutkan karena pada saat itu ia masih segar-bugar, tapi karena musibah yang dialaminya ketika mendaki gunung, ia pun pergi untuk selama-lamanya. Karyanya Crayon Shinchan hingga saat ini belum diketahui endingnya seperti apa.
5. Sunao Yoshida (Trinity Blood)
Meninggalnya Sunao Yoshida sempat membuat lanjutan dari Trinity Blood ditangguhkan. Meski pada akhirnya cerita Trinity Blood berhasil lanjut kembali tanpa Sunao-sensei, tapi kesan dan suasana gambar di cerita ini jadi berbeda. Maka dari itu ia akan selalu dirindukan oleh para fans.
6. Yuki Shinkiba (Shindere Shoujo to Kodoku na Shinigami)
Pada tahun 2013, Shinkiba mengumumkan bahwa mereka hiatus karena salah satu darinya mengalami sakit yang cukup serius. Namun sebelum bisa merealisasikan keinginan itu, ia pergi tanpa meninggalkan pesan satu pun untuk fans. Mungkin karena kepergiannya yang cukup tiba-tiba.
7. Keiko Tobe (With the Light: Raising an Autistic Child)
Manga ini mendapatkan cukup banyak penghargaan di Jepang karena mengisahkan hal yang menyentuh tentang para anak autis. Namun baru beberapa volume terbit. Keiko-sensei pergi meninggalkan kita semua. Kalau manga ini masuk ke Indonesia pasti akan banyak peminatnya.