Daftar Anime

5 Anime Buruk yang Sebenarnya Hampir Bagus

Published

on

GwiGwi.com – Salah satu hal yang membuat frustasi menjadi penggemar anime adalah memiliki harapan tinggi untuk anime baru yang menjanjikan, namun saat ditonton malah sangat mengecewakan. Mungkin anime ini sangat buruk dalam mengadaptasi materi sumber yang berkualitas tinggi. Atau, memiliki konsep kreatif yang terkubur di bawah nilai produksi yang buruk dan juga mandat studio. Bisa juga karena staf membuang ide cerita terbaik layaknya sekarung kentang yang kecewa. Akan tetapi, hasil akhirnya selalu sama, yakni kekacauan yang tidak sepadan. Mari kita lihat 5 anime buruk yang sebenarnya hampir bagus!

5. Magia Record: Mahou Shoujo Madoka☆Magica Gaiden (Magia Record: Puella Magi Madoka Magica Side Story)

Anime Madoka Magica yang original adalah masterclass dalam penceritaan yang singkat. Anime ini membangun dunianya dan memberikan masing-masing lima karakter pahlawan utama yang sepenuhnya sempurna hanya dengan 12 episode. Sebaliknya pada Magia Record, anime ini mencoba melakukan hal yang sama dalam jumlah episode, tapi dengan lebih dari lima belas gadis penyihir.

Anime Ini berdasarkan pada game gacha sehingga Magia Record harus menjejalkan pemerannya sebanyak mungkin sesuai karakter yang dapat dipasarkan. Akan tetapi, ceritanya bisa berfokus pada kelompok inti dan dirambah latar belakang para cameo dengan akting cemerlang jika ingin meniru keajaiban Madoka Magica tanpa terlihat lamban. Namun tetap saja, Magia Record berhasil membuat merek dagang waralaba ini surealis, suasana yang tidak menyenangkan sehingga kamu dapat mengetahui bahwa setidaknya ada beberapa seniman yang bersemangat dalam proyek ini.

 

 

4. Persona 5 the Animation

Persona 5 memiliki gaya seni yang mencolok, karakter yang menghibur, dan dianggap oleh banyak pemain sebagai salah satu RPG terhebat yang pernah dibuat. Ditambah CloverWorks, studio di balik adaptasi ini telah menunjukkan beberapa potongan animasi di atas rata-rata seperti The Promised Neverland, Rascal Does Not Dream of Bunny Girl Senpai, dan Fate/Grand Order. Lalu, bagaimana kekacauan ini bisa terjadi? Persona 5 the Animation adalah adaptasi yang serba buruk dari originalnya. Banyak yang dihilangkan sebagian besar nuansa cerita dan memaksa visual uniknya untuk ada sebagai versi yang terburu-buru. Sangat mungkin untuk membuat adaptasi game ke anime. Tetapi sayangnya, tidak ada yang cukup peduli untuk melakukannya dengan benar.

[insert page='persona-5-the-animation' display='related-template.php']

 

3. Kitsutsuki Tantei Dokoro (Woodpecker Detective’s Office)

Penyair genius yang bertingkah aneh sangat sulit digambarkan secara simpatik dalam fiksi. Sebab, dedikasi mereka pada pekerjaan sering kali melebihi empati mereka terhadap orang lain. Seperti halnya dengan Takuboku Ishikawa yang seorang penyair era Meiji merupakan protagonis dari Kantor Woodpecker Detective dan juga seorang manusia yang “toxic”. Dia terus-menerus memanipulasi sahabatnya bernama Kyousuke Kindaichi untuk mendapatkan uang dan dukungan emosional yang Kindaichi berikan tanpa rasa tanggung jawab. Hal Ini bisa menjadi kesempatan utama untuk mengeksplorasi nuansa hubungan yang aneh dan anime ini hampir sampai ke sana dalam beberapa episode. Tetapi, plot misteri yang membosankan memakan banyak waktu sehingga alur cerita ini jatuh di pinggir jalan. Mengapa??

[insert page='kitsutsuki-tantei-dokoro' display='related-template.php']

 

2. Babylon

Babylon adalah anime genre thriller politik/psikologi yang mirip dengan PSYCHO-PASS, Monster, atau ID: INVADED. Tujuh episode pertama menjalin dunia korupsi dan misteri yang kompleks seputar seseorang yang tampaknya dapat memaksa orang untuk bunuh diri. Tetapi kemudian episode delapan dan seterusnya (dirilis setelah enam minggu jeda) benar-benar menghancurkan niat baik itu dengan terus memperdebatkan bunuh diri di alam semesta yang tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Penonton yang menginginkan lebih banyak thriller layaknya kucing dan tikus sangat kecewa dengan peralihan ke introspeksi gaya End of Evangelion. Bahkan penggemar yang menyukai hal semacam itu menganggap beberapa episode terakhir sebagai lingkaran pseudo-filosofis. Mungkin harus menyalahkan tahun 2020 sebagai tahun terburuk ?

 

 

1. Tokyo Ghoul

Ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk daya tarik anime “edgy” seperti Soul Eater, Mirai Nikki, dan Death Note. Mereka punya cerita gelap dan subversif dalam cara remaja yang menyenangkan. Sehingga mereka dapat berfungsi sebagai pintu gerbang bagi remaja alternatif yang ingin bergabung dengan fandom. Tokyo Ghoul memiliki semua bakat untuk menjadi anime edgy yang sempurna (monster seksi dengan kekuatan keren, gore PG-13, dan musik emo yang menarik). Tetapi, akhirnya buntu pada Kaneki sebagai karakter utamanya. Kaneki selalu membuat keputusan salah, membuang waktu yang berharga dari pembangunan dunia dan tindakan karakter lain hanya untuk mengakomodasi keinginannya yang tidak dapat dipahami. Tentu saja, alur cerita yang tidak konsisten antar musim membuat semua ini semakin sulit untuk ditangani. Tetap berpegang pada manga atau fanfiction!

[insert page='tokyo-ghoul' display='related-template.php']

 

Sumber: Crunchyroll

Trending

Exit mobile version