Daftar Anime

10 Poin Untung Rugi Menjadi Siswa Sekolah Dalam Anime

Published

on

GwiGwi.com – Lokasi di sekolah sangat umum pada manga dan anime Jepang karena alasan pemasaran dan budaya. Di satu sisi, sebagian besar manga dan anime dipasarkan untuk anak-anak atau remaja. Artinya, karakter utama harus sesuai dengan target audiens mereka. Di sisi lain, masa sekolah memiliki nostalgia tertinggi bagi banyak orang dan menjadikan anime di sekolah sebagai konsep yang bisa diapresiasi semua usia.

Akibatnya, ada banyak sekali anime yang menampilkan siswa sekolah dalam kapasitas tertentu. Meskipun sekolah dikaitkan dengan masa muda yang tenang, masih ada beberapa kerugian menjadi siswa sekolah, terutama di anime dan di mana apa pun bisa terjadi.

>10. Kerugian: Siswa Jepang Terkadang Bersekolah di Hari Sabtu

Meskipun popularitasnya hilang dalam beberapa tahun terakhir, untuk waktu yang lama, sebagian besar siswa Jepang diharapkan pergi ke sekolah enam hari dalam seminggu. Memang, kelas hari Sabtu biasanya hanya setengah hari dan terdiri dari kegiatan ekstrakurikuler atau belajar, tetapi itu tetap merupakan persyaratan di banyak sekolah. Siswa anime dari segala usia telah terlihat menghadiri kelas Sabtu di beberapa anime berbeda, Contohnya di My Hero Academia, ada peraturan resmi Sekolah Menengah UA bagi siswanya untuk menghadiri pengajaran hari Sabtu.

9. Keuntungan: Siswa Sekolah Anime Terkadang Memiliki Kekuatan Super

Setting sekolah populer di banyak anime, termasuk yang memiliki dunia supernatural atau fiksi ilmiah. Izuku Midoriya menghadiri akademi superhero bergengsi di My Hero Academia dan Yuji Itadori bersekolah di Tokyo Jujutsu High, sekolah khusus yang melatih siswa untuk menjadi ahli sihir jujutsu di Jujutsu Kaisen. Kedua seri ini memiliki konfrontasi yang menyenangkan, penuh aksi, dan terkadang menakutkan antara karakter yang memiliki kekuatan super atau kemampuan magis yang mengesankan dan menakjubkan. Sekolah tempat karakter ini hadir mengajari mereka cara menggunakan keterampilan mereka secara bertanggung jawab sehingga mereka tidak secara sengaja melukai diri sendiri atau orang lain.

8. Kerugian: Mereka Mungkin Harus Melawan Monster, Setan, Atau Penjahat

Usagi Tsukino dari Sailor Moon, Yuji Itadori dari Jujutsu Kaisen, dan Izuku Midoriya dari My Hero Academia semua memiliki setidaknya dua kesamaan penting. Pertama, mereka semua adalah siswa sekolah anime dan kedua mereka semua berperang melawan kekuatan jahat.

Menjalani kehidupan remaja biasa tidak mungkin untuk karakter ini karena mereka diharapkan untuk melindungi masyarakat dari pengaruh berbahaya. Parahnya lagi, karakter-karakter seperti ini perlu berhati-hati dengan siapa mereka bergaul, untuk mencegah masyarakat tidak bersalah terlibat dalam konflik mereka.

7. Keuntungan: Mereka Biasanya Memiliki Kegiatan Klub Yang Bisa Menyenangkan

Sudah sangat umum bagi sekolah Jepang untuk memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler setelah sekolah yang diharapkan sebagian besar siswa untuk berpartisipasi. Beberapa anime berbasis sekolah, seperti Fruit Basket, tidak terlalu fokus pada kegiatan klub … tetapi yang lainnya, seperti Free! Iwatobi Swim Club berfokus pada kegiatan klub setelah jam sekolah dan pada hari libur. Waralaba Love Live! dan K-On! adalah dua contoh lainnya saat siswa sekolah anime bersenang-senang selama kegiatan klub. Kegiatan klub di anime sering kali merupakan lingkungan di mana siswa terikat dan membangun persahabatan.

6. Kerugian: Mereka Mungkin Harus Menghadapi Aktivitas Klub Bahkan Jika Mereka Tidak Mau

Beberapa karakter sekolah anime kurang antusias untuk diseret ke dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kyon di The Melancholy of Haruhi Suzumiya adalah contoh siswa sekolah anime yang awalnya terlihat frustasi dan menunda-nunda karena harus bergabung dengan Brigade SOS. Dia akhirnya mengetahui bahwa dia menikmati menjadi anggota Brigade SOS, tapi dia tetap jengkel dengan “aktivitas klub” yang Haruhi menyeret ke dalamnya.

5. Keuntungan: Mereka Punya Banyak Waktu Romantis

Setiap karakter utama dari anime berlokasi sekolah pasti akan menarik perhatian setidaknya satu orang. Apakah protagonis ingin membalas perasaan mereka atau tidak tergantung pada cerita animenya. Seperti karakter Kae Serinuma dari Kiss Him, Not Me yang awalnya tidak tertarik untuk mendapatkan perhatian karakter laki-laki. atau seri seperti Toradora! memiliki lebih dari satu romansa remaja yang dipertaruhkan. Lalu Kimi ni Todoke mengikuti romansa pemula yang lembut antara dua karakter utamanya. Sangat umum bagi siswa sekolah anime untuk jatuh cinta.

4. Kerugian: Situasi Romantis Mungkin Tidak Diinginkan Atau Terlalu Rumit

Menjadi siswa sekolah anime tidak berarti mereka selalu berada di lingkungan sekolah. Dalam seri seperti Inuyasha, misalnya, Kagome Higurashi jatuh cinta dengan InuYasha setengah iblis era feodal.

Ini secara tidak sengaja membuat situasi romantisnya cukup rumit, karena dia harus memutuskan dunia mana yang ingin dia tinggali. Toradora! adalah drama percintaan tentang cinta segitiga dan karakter sekolah belajar bagaimana mengekspresikan perasaan mereka. Sekolah adalah waktu yang sangat kacau untuk romansa pemula sehingga membuatnya matang untuk dilema romantis.

3. Keuntungan: Karakter Utama Mungkin Terlihat Unik Atau Keren Dibandingkan Teman Sekelasnya

Desain karakter sangat penting dalam hal animasi karena penampilan karakter biasanya merupakan hal pertama yang diperhatikan orang tentang sebuah serial. Dalam anime berlokasi sekolah, tidak jarang pemeran utama memiliki penampilan yang penuh warna atau seru dibandingkan dengan karakter lainnya. Pemeran utama di Lucky Stars, misalnya, semua memiliki warna rambut yang cerah dan berwarna-warni jika dibandingkan dengan teman sekelas. Dan dalam seri seperti Yugioh!, protagonis hampir selalu memiliki gaya rambut dan warna unik yang membedakan mereka dari yang lain.

2. Kerugian: Mereka Mungkin Terjebak Dengan Ekstrakurikuler

Di luar aktivitas klub, cukup umum bagi siswa sekolah anime untuk terlibat dengan proyek tertentu selama tahun ajaran. Festival budaya sekolah adalah kiasan yang umum digunakan di anime berlokasi sekolah dan mungkin ada seluruh arc yang ditujukan untuk menyusun proyek khusus kelas protagonis. Di dalam Fruit Basket, Kelas Tohru Honda menampilkan permainan khusus berdasarkan cerita Cinderella. Siswa diharapkan membuat kostum dan alat peraga, menulis naskah, mempraktikkan peran mereka, dan mengarahkan lakon itu sendiri.

1. Keuntungan: Mereka Mungkin Memiliki Keahlian Khusus

Di luar sesuatu yang luar biasa seperti kekuatan super atau kemampuan magis, banyak siswa sekolah anime memiliki semacam keterampilan khusus yang membedakan mereka. Haven't You Heard? I'm Sakamoto menampilkan Sakamoto eponymous yang bertindak sempurna dalam segala hal yang dia lakukan setiap hari. Hal itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat berbakat. Yui Hirasawa adalah contoh lain dari karakter yang memiliki bakat alami karena dia bisa bermain gitar dalam K-ON!. Dia belajar bermain dengan cepat dan tanpa banyak instruksi formal sehingga menunjukkan bahwa Yui ahli dalam bermain gitar. Dia juga terbukti memiliki nada yang sempurna.

Sumber: (1)

Trending

Exit mobile version