Travel

10 Etika Dasar Ketika Berkunjung ke Kuil Yang Harus Kamu Ketahui

Published

on

GwiGwi.com – Jepang adalah sebuah negara yang sangat menjunjung tinggi etika sosial. Tentunya kamu sudah tahu atau setidaknya pernah dengar bahwa naik kereta saja mereka memiliki etika tersendiri yang dipatuhi oleh setiap individu masyarakatnya. Berikut adalah beberapa etika dasar ketika berkunjung ke kuil yang harus kamu ketahui.

Etika Dasar Ketika Berkunjung ke Kuil

Terdapat sekitar 10 etika dasar yang harus kamu ketahui sebelum kamu memutuskan untuk mengunjungi sebuah kuil di Jepang, karena tidak lengkap rasanya kalau ke Jepang tapi tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu kuil terkenal di sana.

  1. Membungkuk setiap memasuki gerbang torii sebuah kuil.
  2. Jangan berjalan ditengah-tengah sando karena bagi penganut kepercayaan Shinto, bagian tengah sando yang disebut sebagai ‘seichuu’ adalah tempat dimana para dewa berjalan.
  3. Kumur-kumur dan cuci tangan di temizuya yang tersedia di depan setiap kuil sebelum masuk.
  4. Selalu bunyikan bel sebelum mulai berdoa, artinya kamu memberikan tanda kepada dewa bahwa kamu akan berdoa. Ingat jangan berdiri ditengah-tengah ketika sudah berada di kuil karena disanalah para dewa akan lewat.
  5. Jangan lupa untuk selalu memberikan sumbangan sebelum kamu mulai berdoa. Di setiap kuil akan terdapat kotak seperti kotak amal kalau di Indonesia. Jangan khawatir tidak ada jumlah tertentu yang harus kamu sumbangkan, seiklasnya saja.
  6. Cara yang paling umum untuk berdoa di kuil adalah dengan cara membungkuk dua kali, bertempuk dua kali baru kemudian membungkuk sekali lagi. Ingat ketika membungkuk tak hanya sekedarnya ya, kamu harus benar-benar membungkuk sampai punggungmu rata dengan pinggang.
  7. Jika ini adalah kali pertamanya kamu berkunjung ke kuil ada ketentuan yang harus kamu ikuti yaitu mulailah dengan memperkenalkan dirimu dan sampaikan rasa syukur bahwa kamu memiliki kesempatan untuk berdoa di sana.
  8. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengambil sebuah omikuji yaitu selembar kertas berisi peruntungan, jika baik bisa kamu simpan, jika buruk bisa kamu ikat kembali di tempat yang sudah disediakan untuk mengusir nasib buruk.
  9. Belilah sebuah ema yang banyak tersedia di kuil, tuliskan harapan dan doamu di sana kemudian gantung di tempat yang sudah disediakan.
  10. Ketika sudah selesai berdoa dan meninggalkan kuil jangan lupa untuk kembali membungkuk di gerbang torii.

Jika kamu berkunjung ke Jepang, jadilah seorang turis yang menghargai etika tersebut terutama ketika kamu ingin berkunjung ke kuil dan berdoa.

Trending

Exit mobile version